Pratista Skin Care

MOISTURIZER : Humectan, Emollient, Occlusive, bedanya apa sih? Mana yang Cocok buat Kulitmu?

08 Sep 2020 Views : 144
Share :
Facebook Twitter Print

Kulit wajah harus tetap terjaga kelembabannya untuk mengunci hidrasi pada kulit dan mencegah terjadinya Trans-Epidermal Water Loss (TEWL). Perlu diketahui kalau kondisi kulit yang kurang lembab bisa menjadi salah satu penyebab jerawat juga ya.

Ga sedikit orang yang menganggap kalo kulitnya berminyak berarti ga butuh pake pelembab. Padahal pandangan ini salah besar. Semua jenis kulit membutuhkan pelembab tanpa terkecuali, cuma memang harus disesuaikan dengan jenis kulitnya. Malahan untuk kulit berminyak, Kamu akan mendapat benefit lainnya, yaitu bisa bantu kontrol minyak Kamu. Hal ini dikarenakan dengan kondisi kulit yang sudah lembab, kelenjar minyak tidak akan bekerja keras untuk menghasilkan minyak lagi untuk membuat kulit lebih "lembab".

Pelembab memiliki 3 jenis cara kerja, yaitu humectant, occlusive, dan emmolient. Biasanya dalam satu produk pelembab, akan terdapat 2 sifat ini, bahkan ada yang memiliki ketiganya. Berikut penjabaran dari ketiga cara kerja pelembab secara umum:

  1. Humectant

Cara kerja dari humectant adalah dengan mengikat air di sekitarnya, baik itu dari luar, maupun dari lapisan kulit. Jadi pastikan ketika menggunakan produk yang sifatnya humectant, kulit Kamu sudah terhidrasi dengan baik, bila perlu masih dalam kondisi setengah basah, agar tidak terjadi kulitnya menjadi dehidrasi karena kurangnya kadar air di kulit. Contoh bahan yang bersifat humectant seperti hyaluronic acid, propylene glycol, glycerin, dll.

  1. Occlusive

Occlusive bekerja dengan cara mengunci atau melapisi bagian permukaan untuk menjaga kelembaban yang ada di bawahnya, agar tidak menguap ke udara terbuka. Contoh bahan yang bersifat oklusif antara lain silicone (dimethicone, methicone, cyclomethicone), petroleum jelly, mineral oil, butter, wax, dll. Finishingnya lebih ke arah waxy (licin) dan berasa kayak ada lapisan di atas kulit (tidak terserap kayak skincare biasanya).

  1. Emollient

Mirip sama occlusive yg juga untuk mengunci kelembaban, tapi mengisi celah di kulit. Makanya setelah menggunakan produk yang bersifat emollient kulit jadi berasa poreless. Contoh kandungan yang bersifat emollient, antara lain plant based oil (rosehip oil, argan oil, dll), lanolin, ceramide, petroleum jelly, dan lain-lain.

Bagi pemula yang lagi nyari basic skincare, ini aku ada beberapa tips buat Kamu dalam memilih moisturizer;

  • Cari yang minim bahan aktif seperti retinol, AHA, BHA, dll. Karena untuk pertama, yang penting Kamu adalah mendapatkan efek lembabnya terlebih dahulu.
  • Gunakan produk seminimal mungkin di awal dengan cara menggunakan produk yang bisa dipake pagi dan malam hari (ga ada label day/night cream). Hal ini ditujukan untuk meminimalkan iritasi akibat penggunaan produk yang terlalu banyak.
  • Cari finishing yang nyaman. Secara teori kulit oily akan lebih suka pelembab yang teksturnya gel dan gel-cream, sedangkan kulit kering lebih nyaman dengan tekstur cream. Tapi lagi-lagi ini hanya teori, Kamu harus coba langsung di kulit Kamu untuk tau mana yang nyaman buat Kamu pakai.

 

Sekian dulu bahasan soal step toning kali ini. Kalo kamu masih bingung seputar permasalahan kulit dan cara milih skincare yang tepat, boleh yuk #curhatinkeminsta aja, Minsta bakal bantu untuk rekomendasiin produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit kamu.

Klik Link berikut untuk konsultasi otomatis via Wbsite : Link WEB KONSUL

Klik link berikut untuk chat Minsta via WA : Link KONSULTASI & ORDER